Propinsi/Province
SELAMAT DATANG
di www.indonesiapariwisata.com
Search :
Connect

Wayang Kulit

Mendengar nama Martapura, masyarakat umumnya akan langsung menghubungkannya dengan lokasi penjualan intan permata. Tak heran karena sejak dulu nama Martapura memang dikenal sebagai penghasil intan terbesar di wilayah Kalimantan, bahkan di seantero Nusantara.

Kawasan lereng Gunung Tambora di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, punya sejumlah syarat menjadi tanah harapan. Lahan yang subur menjadikan kawasan itu unggul di bidang pertanian dan perkebunan, sementara ladang-ladang yang luas menjadi tempat ideal untuk peternakan sapi.

Banyak orang mengatakan, Anda tak sah disebut pernah mengunjungi Pulau Belitung jika belum mencicipi secangkir kopi di sana. Minum kopi adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Belitung. Tak heran jika warung kopi banyak bertebaran di pulau itu.

Menikmati dinginnya pegunungan dengan pemandangan kebun teh yang terbentang luas, ternyata tidak hanya dapat dilakukan di Puncak, Jawa Barat. Di Sumatera Selatan, tepatnya di Gunung Dempo, suasana serupa bisa Anda dinikmati. Kelebihannya, Anda tidak harus stres menghadapi kemacetan di jalan raya.

Pulau Flores sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Posisinya cukup strategis karena menjadi jalur lintasan perdagangan kayu cendana dari Pulau Timor ke Cina dan ke India. Hal ini membuat Kerajaan Gowa, Kerajaan Ternate, Bangsa Portugis dan Belanda berebut untuk menguasai pulau yang panjangnya 375 km ini.

Bukan cuma mengoleksi 10.000 lembar kain batik kuno asli Indonesia. Ruangan Museum Batik Kuno Danar Hadi inipun diharumi semerbak bunga sedap malam dan melati. Ternyata, penggunaan bunga melati dan sedap malam di dalam ruangan museum ini bukan sekadar pewangi ruangan.

Selain Istana Surosowan, Mesjid Agung Banten dan Benteng Speelwijk, kompleks wisata Banten lama masih memiliki sebuah bangunan tua bersejarah lagi yakni Istana Kaibon. Ditinjau dari namanya (Kaibon = Keibuan), istana ini dibangun untuk ibunda Sultan Syafiudin, Ratu Aisyah mengigat pada waktu itu, sebagai sultan ke 21 dari kerajaan Banten, Sultan Syaifusin masih sangat muda (masih berumur 5 tahun) untuk memegang tampuk pemerintahan.