Mengutip dari tulisan Mamang Pratidina dari Republika Online, kawasan kebun teh ini terletak di desa Toyomarto Kecamatan Singosari dan Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Objek wisata yang menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dan panorama keindahan alam. Tidak hanya itu, agrowisata ini juga menyuguhi pengetahuan soal teh, yakni pemetikan daun teh sampai proses akhir hingga produk berada di tangan konsumen.
Ternyata kota Surabaya punya salah satu obyek wisata yang sangat spektakuler di Asia tenggara, Patung Dewa Empat Muka atau Four Faced Buddha monument. Mengutip dari majalah MOSSAIK edisi Februari 2005, Four Faced Buddha Monument ini mendapatkan penghargaan MURI sebagai Patung Dewa Empat Muka tertinggi dan terbesar di Indonesia.
Candi Gununggangsir terletak di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Candi Gununggangsir nampaknya merupakan candi yang terbuat dari batu merah dengan ornamen/relief terbanyak. Sayangnya tidak semua ornamen itu kini bisa dinikmati karena sebagian besar ornamen tersebut telah rusak.
Tidak seperti layaknya goa alam lain yang berlokasi di tempat terpencil, Gua Akbar yang merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tuban (Kecamatan Semanding) berada tepat di bawah pasar rakyat. Ramainya aktifitas jual beli di pasar sungguh sangat kontras dengan suasana hening diselingi gemercik air saat berada di dalam gua ini.
Candi Dorok ditemukan oleh seorang petani secara tidak sengaja saat hendak menanam bibit pohon Melinjo di pekarangan rumahnya. Saat menggali tanah, cangkul yang digunakannya mengenai tumpukan batu bata yang ketika digali lebih lanjut makin melebar dan membentuk bidang segiempat.
Sepintas arca Totok Kerot yang berada di Desa Bulusari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, tidak jauh beda dengan sepasang Arca Dwarapala yang berada di Singosari. Hanya saja kondisinya lebih mengenaskan karena terdapat bagian tubuh yang hilang terutama tangan kirinya.
Gua Selomangleg merupakan objek wisata populer di Mojoroto, Kabupaten Kediri. Dinamakan Selomangleng dikarenakan lokasinya yang berada di lereng bukit (Jawa=>Selo=Batu, Mangleng=Miring), kira-kira 40 meter dari tanah terendah di kawasan.


