Ritual Kebo-Keboan adalah salah satu ragam seni budaya tradisi Banyuwangi disamping Ritual Seblang, Petik Laut, Rebo Pungkasan, Endog-endogan, Barong Ider Bumi yang telah diagendakan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Asap pedupaan masih mengepul di antara nayaga saat seorang ronggeng (penari) wanita dengan mengenakan toka-toka, apok, kebaya, sinjang dan ampreng dengan warna cerah kuning, hijau dan merah setengah membungkuk pertanda memberi salam muncul dari balik tirai.
Empat abad keberadaan Belanda di Nusantara masih bisa ditemukan di berbagai kota Indonesia. Misalnya Solo atau Surakarta, kota para raja Jawa ini bahkan memiliki lembaga swadaya masyarakat yang khusus menyorot masalah pelestarian warisan tempo doeloe ini, bagaimana tetap mempertahankannya dan mencegah dihancurkannya aset budaya ini oleh para developer.
Selawatan "Angguk Rame" adalah nama sebuah kelompok seni yang bernafaskan Islam dan spriritualitas kejawen. Kelompok selawatan ini, tentu saja setelah menelusuri berbagai wilayah di Lereng Merapi, hanya ada di Desa Batur Ngisor, Ngargomulyo, Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.
Demak merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa dengan rajanya Raden Patah. Disamping sebagai pusat pemerintahan, Demak sekaligus menjadi pusat penyebaran agama Islam di pulau Jawa. Bukti peninggalan sejarah masih berdiri dengan kukuh sampai sekarang, yaitu Masjid Agung Demak.
Sekaten atau upacara Sekaten (berasal dari kata Syahadatein) adalah acara peringatan ulang tahun nabi Muhammad s.a.w. yang diadakan pada tiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (Rabiul awal tahun Hijrah) di alun-alun Yogyakarta (dan juga di alun-alun Surakarta secara bersamaan).
Kamasan adalah sebuah komunitas seniman lukisan tradisional. Begitu intim dan begitu lama berkembangnya seni lukis tradisional maka para seniman menyebut hasil-hasil lukisan di sana memiliki gaya (style) tersendiri yaitu lukisan tradisional Kamasan.


